Sunday, 9 March 2014

Toshiba Global Recruitment 2014

Kira-kira sudah 2 bulan yang lalu saya mendapatkan e-mail dari Toshiba Global Recruitment, isinya adalah invitation untuk mengikuti interview tahap pertama.
Seenggaknya bisa say alhamdulillah dulu untuk dokumen yang lolos seleksi.
Syarat dari toshiba itu sebenarnya tidak terlalu tinggi dibandingkan Schlumberger, McKinsey , atau Accenture yang mensyaratkan IPK 3.50 untuk pelamarnya, Toshiba hanya minta 3.00. cukup standar.Dan mahasiswa yang akan lulus selambatnya oktober 2014 boleh mendaftarkan diri. Yaudah nothing to lose juga, saya akhirnya daftar-daftar aja ngajakin si Adam.

Hari wawancarapun tiba, saya memilih jadwal wawancara jam 13.00 hari sabtu tanggal 25 januari 2014, waktu itu paginya ada kuliah umum Studium Generale, seenggaknya udah dijamin bakal bisa bangun karena pola hidup berubah sejak gabut ga ada kerjaan mahasiswa tingkat akhir ,hehe
Ternyata dalam satu shift ada dua interviewe. Saingan ternyata banyak. Setelah mengantri di kantor karir center ITB, saya bertemu dengan 2 orang lain, yaitu satu mahasiswa fresh graduate UGM, dan satunya lagi mahasiswa UI. Disini seenggaknya saya bisa mengerti bagaimana almamater mempengaruhi gaya bicara seseoarang, meski ini saya stereotype.iya saya orangnya suka stereotype sih.hehe

Yang ngewawancara adalah orang Jepang langsung, saya agak nerveous juga, sebelumnya belum pernah ngomong langsung sama orang jepang, apalagi resmi gini.
Ada dua orang jepang yang ngewawancara saya, cewe dan cowo. masih muda. dan alhamdulillah bahasa inggrisnya mudah dipahami.
Interview berlangsung selama 20 menit. Pertanyaan-pertanyaan interview toshiba ini adalah sebagai berikut :
1.ceritakan ttg diri kita
2.kenapa mau kerja d toshiba
3.bagaimana berinteraksi dg bos2 toshiba yg mayoritas tidak bisa berbahasa inggris
4.apakah ada halangan untuk bekerja 5 atau 10 tahun di jepang
5.kenapa memeilih pilihan pekerjaan itu?
6.Kenapa tidak melanjutkan S2?
7.apa yg kamu ketahui ttg jepang
8.apakah ada pertanyaan?

Dan takdir Allah menentukan lain, toshiba gagal, berarti harapan ke jepang juga gagal terbukti dengan tidak adanya email invitation untuk 2nd interview. Seenggaknya udah usaha lah.


No comments:

Post a Comment