Sebenarnya saya udah lama beli ini di indomaret, udah hampir sebulan. tapi akhirnya baru bisa bikin dan karena terpaksa karena kelaparan dan nggak ada yang bisa dibikin di tengah malam dan hujan di luar.
Di kosan ada dapur sih dan ada kompor. Tapi somehow saya jarang masak karena ibu kos jualan alias bikin kantin.
Akhirnya saya masak gunain Rice Cooker, si panci ajaib.Cukup mendidihkan air, kemudian spaghetti nya dimasukin ke panci.hehe.tunggu 4 menit akhirnya jadi. dan saya terharu bahagia saya bisa masaakkk :")
(padahal ini cuman kayak masak mie doank)
Oiya betewe setiap kali masak saya terngiang perkataan ibu saya, *Kalo kamu nggak bisa masak jangan bersuamikan orang Minang*
Gapapa deh belajar masak dari yang instan-instan dulu, yang penting usaha yaa :)
Rencananya saya akan rajin masak dan posting masakan saya di blog, dan semoga masakannya nggak yang instan-instan doank.hehe.doakeun saudara-saudara, saya masih mau bersuamikan orang Minang
Dreamer
Sunday, 9 March 2014
Astra Honda Motor
Diantara semua pencarian kerja dan internship ini adalah hal yang paling saya sesalkan dan agak memalukan sampai saat ini. Semoga nggak ada lagi yang lebih memalukan dari hari itu.
Awalnya setelah patah hati di tolak oleh si Toshiba, saya beralih alih ke perusahaan multinasional milik Jepang juga. Kebetulan ada informasi kalo Astra Honda Motor sedang melakukan rekrutmen besar-besaran karena buka cabang di daerah Karawang. Hasil coba-coba, akhirnya saya ngirim CV saya ke Astra.
Pengumuman Astra ini lewat telepon dan sms, saya diminta mengikuti psikotes hari Senin 17 februari 2014.
Hari minggu yang kali ini panjang, saya sangat bersemangat mengerjakan Tugas Akhir saya, entah kenapa saya sangat semangat sekali malam itu, sampai-sampai akhirnya saya baru tidur itu pukul 02.30 padahal hari itu saya harus mengikuti psikotes pada jam 08.00.
Alhasil saya telat. Untung di awal cuman penjelasan mengenai Astra.
Jadi informasi yang saya tangkap, setelah lulus tes Astra, kita bakal mengikuti training selama setahun, setelah itu baru diangkat jadi pegawai tetap. Katanya ntar setelah setahun itu bakal dapat satu buah motor.
Gaji yang ditawarkan untuk fresh graduate cukup tinggi yaitu antara 4-5 jt dengan 20 kali gaji lebih selama setahun. ditambah dengan tunjangan asuransi, dan makan. Ini benar-benar bikin kita makmur kayaknya. Apalagi peluang buat naik jabatan katanya cukup besar, at least 3 tahun bisa jadi senior engineer. Disinilah penyesalan penyesalan saya dimulai, saya masih sangat mengantuk, dan saya tahu resiko mengantuk bagi orang yang mengikuti psikotes.
Sebenarnya soal psikotes ini termasuk gampang dibandingkan soal psikotes yang pernah saya ikuti sebelumnya, hanya saja. saya tidak bisa konsentrasi. Deret pauli saja saya salah-salah. dan tentu saja i do it with my left hand, tentu saja lambatnya kayak keong berjalan :(
Setelah dimulai pukul 09.00 dan diakhiri pukul 11.00 akhirnya psikotes astra berakhir, oiya, betewe nggak ada satupun dari sekitar 80 an yang tes yang saya kenal bahkan saya ngerasa familiar pun enggak.
Selanjutnya pengumuman psikotes tahap dua pun keluar. dan saya GAGAL.Cuman 20 orang yang lolos dari 80 an orang tadi. oke sekian terima kasih Astra
Tahapan rekrutmen Astra itu yaitu:
1.Psikotes logika (deret, bangun ruang, pauli,dll)
2.Piskotes Kepribadian (gambar dari satu titik)
3.Wawancara HR
4.Wawancara User
Lain kali saya mau nyoba lagi ah, masih penasaran sama kamuh~
Awalnya setelah patah hati di tolak oleh si Toshiba, saya beralih alih ke perusahaan multinasional milik Jepang juga. Kebetulan ada informasi kalo Astra Honda Motor sedang melakukan rekrutmen besar-besaran karena buka cabang di daerah Karawang. Hasil coba-coba, akhirnya saya ngirim CV saya ke Astra.
Pengumuman Astra ini lewat telepon dan sms, saya diminta mengikuti psikotes hari Senin 17 februari 2014.
Hari minggu yang kali ini panjang, saya sangat bersemangat mengerjakan Tugas Akhir saya, entah kenapa saya sangat semangat sekali malam itu, sampai-sampai akhirnya saya baru tidur itu pukul 02.30 padahal hari itu saya harus mengikuti psikotes pada jam 08.00.
Alhasil saya telat. Untung di awal cuman penjelasan mengenai Astra.
Jadi informasi yang saya tangkap, setelah lulus tes Astra, kita bakal mengikuti training selama setahun, setelah itu baru diangkat jadi pegawai tetap. Katanya ntar setelah setahun itu bakal dapat satu buah motor.
Gaji yang ditawarkan untuk fresh graduate cukup tinggi yaitu antara 4-5 jt dengan 20 kali gaji lebih selama setahun. ditambah dengan tunjangan asuransi, dan makan. Ini benar-benar bikin kita makmur kayaknya. Apalagi peluang buat naik jabatan katanya cukup besar, at least 3 tahun bisa jadi senior engineer. Disinilah penyesalan penyesalan saya dimulai, saya masih sangat mengantuk, dan saya tahu resiko mengantuk bagi orang yang mengikuti psikotes.
Sebenarnya soal psikotes ini termasuk gampang dibandingkan soal psikotes yang pernah saya ikuti sebelumnya, hanya saja. saya tidak bisa konsentrasi. Deret pauli saja saya salah-salah. dan tentu saja i do it with my left hand, tentu saja lambatnya kayak keong berjalan :(
Setelah dimulai pukul 09.00 dan diakhiri pukul 11.00 akhirnya psikotes astra berakhir, oiya, betewe nggak ada satupun dari sekitar 80 an yang tes yang saya kenal bahkan saya ngerasa familiar pun enggak.
Selanjutnya pengumuman psikotes tahap dua pun keluar. dan saya GAGAL.Cuman 20 orang yang lolos dari 80 an orang tadi. oke sekian terima kasih Astra
Tahapan rekrutmen Astra itu yaitu:
1.Psikotes logika (deret, bangun ruang, pauli,dll)
2.Piskotes Kepribadian (gambar dari satu titik)
3.Wawancara HR
4.Wawancara User
Lain kali saya mau nyoba lagi ah, masih penasaran sama kamuh~
Toshiba Global Recruitment 2014
Kira-kira sudah 2 bulan yang lalu saya mendapatkan e-mail dari Toshiba Global Recruitment, isinya adalah invitation untuk mengikuti interview tahap pertama.
Seenggaknya bisa say alhamdulillah dulu untuk dokumen yang lolos seleksi.
Syarat dari toshiba itu sebenarnya tidak terlalu tinggi dibandingkan Schlumberger, McKinsey , atau Accenture yang mensyaratkan IPK 3.50 untuk pelamarnya, Toshiba hanya minta 3.00. cukup standar.Dan mahasiswa yang akan lulus selambatnya oktober 2014 boleh mendaftarkan diri. Yaudah nothing to lose juga, saya akhirnya daftar-daftar aja ngajakin si Adam.
Hari wawancarapun tiba, saya memilih jadwal wawancara jam 13.00 hari sabtu tanggal 25 januari 2014, waktu itu paginya ada kuliah umum Studium Generale, seenggaknya udah dijamin bakal bisa bangun karena pola hidup berubah sejak gabut ga ada kerjaan mahasiswa tingkat akhir ,hehe
Ternyata dalam satu shift ada dua interviewe. Saingan ternyata banyak. Setelah mengantri di kantor karir center ITB, saya bertemu dengan 2 orang lain, yaitu satu mahasiswa fresh graduate UGM, dan satunya lagi mahasiswa UI. Disini seenggaknya saya bisa mengerti bagaimana almamater mempengaruhi gaya bicara seseoarang, meski ini saya stereotype.iya saya orangnya suka stereotype sih.hehe
Yang ngewawancara adalah orang Jepang langsung, saya agak nerveous juga, sebelumnya belum pernah ngomong langsung sama orang jepang, apalagi resmi gini.
Ada dua orang jepang yang ngewawancara saya, cewe dan cowo. masih muda. dan alhamdulillah bahasa inggrisnya mudah dipahami.
Interview berlangsung selama 20 menit. Pertanyaan-pertanyaan interview toshiba ini adalah sebagai berikut :
1.ceritakan ttg diri kita
2.kenapa mau kerja d toshiba
3.bagaimana berinteraksi dg bos2 toshiba yg mayoritas tidak bisa berbahasa inggris
4.apakah ada halangan untuk bekerja 5 atau 10 tahun di jepang
5.kenapa memeilih pilihan pekerjaan itu?
6.Kenapa tidak melanjutkan S2?
7.apa yg kamu ketahui ttg jepang
8.apakah ada pertanyaan?
Dan takdir Allah menentukan lain, toshiba gagal, berarti harapan ke jepang juga gagal terbukti dengan tidak adanya email invitation untuk 2nd interview. Seenggaknya udah usaha lah.
Seenggaknya bisa say alhamdulillah dulu untuk dokumen yang lolos seleksi.
Syarat dari toshiba itu sebenarnya tidak terlalu tinggi dibandingkan Schlumberger, McKinsey , atau Accenture yang mensyaratkan IPK 3.50 untuk pelamarnya, Toshiba hanya minta 3.00. cukup standar.Dan mahasiswa yang akan lulus selambatnya oktober 2014 boleh mendaftarkan diri. Yaudah nothing to lose juga, saya akhirnya daftar-daftar aja ngajakin si Adam.
Hari wawancarapun tiba, saya memilih jadwal wawancara jam 13.00 hari sabtu tanggal 25 januari 2014, waktu itu paginya ada kuliah umum Studium Generale, seenggaknya udah dijamin bakal bisa bangun karena pola hidup berubah sejak gabut ga ada kerjaan mahasiswa tingkat akhir ,hehe
Ternyata dalam satu shift ada dua interviewe. Saingan ternyata banyak. Setelah mengantri di kantor karir center ITB, saya bertemu dengan 2 orang lain, yaitu satu mahasiswa fresh graduate UGM, dan satunya lagi mahasiswa UI. Disini seenggaknya saya bisa mengerti bagaimana almamater mempengaruhi gaya bicara seseoarang, meski ini saya stereotype.iya saya orangnya suka stereotype sih.hehe
Yang ngewawancara adalah orang Jepang langsung, saya agak nerveous juga, sebelumnya belum pernah ngomong langsung sama orang jepang, apalagi resmi gini.
Ada dua orang jepang yang ngewawancara saya, cewe dan cowo. masih muda. dan alhamdulillah bahasa inggrisnya mudah dipahami.
Interview berlangsung selama 20 menit. Pertanyaan-pertanyaan interview toshiba ini adalah sebagai berikut :
1.ceritakan ttg diri kita
2.kenapa mau kerja d toshiba
3.bagaimana berinteraksi dg bos2 toshiba yg mayoritas tidak bisa berbahasa inggris
4.apakah ada halangan untuk bekerja 5 atau 10 tahun di jepang
5.kenapa memeilih pilihan pekerjaan itu?
6.Kenapa tidak melanjutkan S2?
7.apa yg kamu ketahui ttg jepang
8.apakah ada pertanyaan?
Dan takdir Allah menentukan lain, toshiba gagal, berarti harapan ke jepang juga gagal terbukti dengan tidak adanya email invitation untuk 2nd interview. Seenggaknya udah usaha lah.
Friday, 22 November 2013
S2 Luar Negeri?
Siapa sih di semester 7 yang ga kocar-kacir kembali menata mimpinya?ikutan les iBT dimana-mana. Berbondong-bondong datang ke pameran pendidikan. Ini kalau jaman SMA kayak persiapan SNMPTN dan setiap lembaga ngeluarin TO terus-terus an. Ini tentang mereka yang mau melanjutkan pendidikannya.
Ah, kalo dulu sih buat masuk universitas butuh juga yang namanya basis pendidikannya, nah kalo sekarang yang penting skor toeflnya sekian blabla. Mungkin lebih gampang kali ya, melanjutkan S2 di luar dibandingkan masuk perguruan tinggi buat S1 di Indonesia yang notabene butuh bermacam-macam syarat. Beda sih, kalo yang mau lanjut kuliah di amerika kudu butuh GRE yaa, kayak semacam ujian seperti soal snmptn gitu.
Nah saya, mungkin orang terdekat dengan saya selama kuliah pasti tau kalo saya benar-benar ingin sangat sekali ke Jepang,melanjutka kuliah di jepang di universitas tokyo. pasti pada tau. tapi ,semua berubah setelah brainstorming 1 jam bersama kaprodi S2 kami, Saya sadar, saya ke jepang bukan karena saya pengen benar-benar kulaih disana, tapi lebih karena saya ingin hidup disana. Okee buat pendidikan tentu saya akan mencari yang lebih, bukan berarti saya bilang kalo Jepang tidak bagus, tapi jurusan di sana tidak sesuai dengan passion saya sebenarnya. Saya jadi bertanya. apakah benar-benar saya se suka itu dengan jepang?menganggap yaudah sih ,yang penting saya suka lingkungannya dan tentu saya akan suka juga belajar di sana.
Sekarang saya mulai kehilangana arah, disaat orang-orang persiapan S2 kerja blabla, saya masih mencari tau yang saya pengenin dalam hidup itu apa sebenarnyaa .hmm
Ah, kalo dulu sih buat masuk universitas butuh juga yang namanya basis pendidikannya, nah kalo sekarang yang penting skor toeflnya sekian blabla. Mungkin lebih gampang kali ya, melanjutkan S2 di luar dibandingkan masuk perguruan tinggi buat S1 di Indonesia yang notabene butuh bermacam-macam syarat. Beda sih, kalo yang mau lanjut kuliah di amerika kudu butuh GRE yaa, kayak semacam ujian seperti soal snmptn gitu.
Nah saya, mungkin orang terdekat dengan saya selama kuliah pasti tau kalo saya benar-benar ingin sangat sekali ke Jepang,melanjutka kuliah di jepang di universitas tokyo. pasti pada tau. tapi ,semua berubah setelah brainstorming 1 jam bersama kaprodi S2 kami, Saya sadar, saya ke jepang bukan karena saya pengen benar-benar kulaih disana, tapi lebih karena saya ingin hidup disana. Okee buat pendidikan tentu saya akan mencari yang lebih, bukan berarti saya bilang kalo Jepang tidak bagus, tapi jurusan di sana tidak sesuai dengan passion saya sebenarnya. Saya jadi bertanya. apakah benar-benar saya se suka itu dengan jepang?menganggap yaudah sih ,yang penting saya suka lingkungannya dan tentu saya akan suka juga belajar di sana.
Sekarang saya mulai kehilangana arah, disaat orang-orang persiapan S2 kerja blabla, saya masih mencari tau yang saya pengenin dalam hidup itu apa sebenarnyaa .hmm
Ini Tentang Mimpiku, Kamu?
Menulis mimpi bukan maksud untuk pamer ke dunia oh ini dulu gue pernah nulis mimpi ini di blog gue looh, dan sekarang tercapai. Bukan!
Aku menulis ini karena ingin menjadikan sebagai milestone buat aku, karena seperti kata orang alim, jika kamu punya mimpi, maka ceritakanlah pada temanmu. Itu semata untuk mengencourage kamu sendiri untuk berusaha mewujudkan mimpi.
Ini juga bukan karena ikut-ikutan beberapa teman yang menulis mimpinya di dunia maya, tapi ini lebih ke sesuatu yang sejak lama ingin kurampungkan dalam suatu tulisan sejak lama, sejak dulu pertama kali bisa menginjakkan kaki di kampus ini. Dan sekarang tingkat 4. Harusnya aku menulis refleksi dan hasil mimpi-mimpi yang kucapai, tapi sepertinya dan sekali lagi, jika kau tak menulis, maka kau akan lupa.hmm
Bolehkan, di tingkat 4 ,di penghujung semester 7 ini, kembali kutulis mimpi-mimpi yang sangat ingin kucapai sebelum aku menghadap Illahi nanti?
1.Aku lulus Juli dengan nilai TA A dan IPK >3.5 karena udah ga mungkin lagi sih cumalaude T_T
2.Menulis paper skala internasional dan mempresentasikannya di luar negeri
3.Ikutan conference luar negeri
4.Kerja di salah satu perusahaan ini :Chevron, Schlumberger,Toshiba Jepang, Accenture,Telkom,Total, PLN, Schneider, atau McDermott dan perusahaan multinasional lainnya
5.Setelah setahun pertama kerja, bikin bisnis kosan at least di 5 univ favorit, ITB dulu prioritas
6. Setalah 2 tahun bekerja, bisnis peternakan ayam
7.Setalah 3 tahun bekerja :Menikah dengan orang yang sholeh, kalo bisa se kampus, kalo bisa sejurusan, yang mampun membimbingku dunia dan akhirat
8. S2 di luar ngeri bersama suami di univ berikut :-Oxford -Harvard-MIT-Cambridge-TIT-Todai-Stanford
9.Memiliki anak berjumlah genap :))
10.Jadi menteri pendidikan, memperbaiki pola pendidikan Indonesia
dan mimpi kecil lainnya
Aku menulis ini karena ingin menjadikan sebagai milestone buat aku, karena seperti kata orang alim, jika kamu punya mimpi, maka ceritakanlah pada temanmu. Itu semata untuk mengencourage kamu sendiri untuk berusaha mewujudkan mimpi.
Ini juga bukan karena ikut-ikutan beberapa teman yang menulis mimpinya di dunia maya, tapi ini lebih ke sesuatu yang sejak lama ingin kurampungkan dalam suatu tulisan sejak lama, sejak dulu pertama kali bisa menginjakkan kaki di kampus ini. Dan sekarang tingkat 4. Harusnya aku menulis refleksi dan hasil mimpi-mimpi yang kucapai, tapi sepertinya dan sekali lagi, jika kau tak menulis, maka kau akan lupa.hmm
Bolehkan, di tingkat 4 ,di penghujung semester 7 ini, kembali kutulis mimpi-mimpi yang sangat ingin kucapai sebelum aku menghadap Illahi nanti?
1.Aku lulus Juli dengan nilai TA A dan IPK >3.5 karena udah ga mungkin lagi sih cumalaude T_T
2.Menulis paper skala internasional dan mempresentasikannya di luar negeri
3.Ikutan conference luar negeri
4.Kerja di salah satu perusahaan ini :Chevron, Schlumberger,Toshiba Jepang, Accenture,Telkom,Total, PLN, Schneider, atau McDermott dan perusahaan multinasional lainnya
5.Setelah setahun pertama kerja, bikin bisnis kosan at least di 5 univ favorit, ITB dulu prioritas
6. Setalah 2 tahun bekerja, bisnis peternakan ayam
7.Setalah 3 tahun bekerja :Menikah dengan orang yang sholeh, kalo bisa se kampus, kalo bisa sejurusan, yang mampun membimbingku dunia dan akhirat
8. S2 di luar ngeri bersama suami di univ berikut :-Oxford -Harvard-MIT-Cambridge-TIT-Todai-Stanford
9.Memiliki anak berjumlah genap :))
10.Jadi menteri pendidikan, memperbaiki pola pendidikan Indonesia
dan mimpi kecil lainnya
Friday, 19 July 2013
dokter itu penyedia jasa
Ini masih seputar tentang accident yang saya alami beberapa waktu yang lalu. Sebagai seorang penyedia jasa tentulah yang paling dituntut dari seorang dokter adalah prilakunya yang baik ramah dan memberikan aura positif untuk pasien. Sayang sekali ,belakangan saya justru mendapatkan perlakuan yang tidak saya suka dari seorang yang kata orang kaki tangannya malaikat, penyembuh segala penyakit.Bayangkan aja kalo ntar ga ada pasien gara-gara dokternya galak :))
Well IMHO sebenarnya ga cuman dokter aja sih yang harus ramah ,pedagang pun juga bahkan semua profesi.,mungkin karena di mindset saya yang namanya dokter harus ramah aja kali ya ,makanya dapat perlakuan begitu jadi mengecewakan.Tapi somehow temen-temen yang ngamil kedokteran memang pada ramah semua dan berjiwa penolong. semoga mereka nantinya nggak begitu
Well IMHO sebenarnya ga cuman dokter aja sih yang harus ramah ,pedagang pun juga bahkan semua profesi.,mungkin karena di mindset saya yang namanya dokter harus ramah aja kali ya ,makanya dapat perlakuan begitu jadi mengecewakan.Tapi somehow temen-temen yang ngamil kedokteran memang pada ramah semua dan berjiwa penolong. semoga mereka nantinya nggak begitu
Thursday, 18 July 2013
Just another random post of me :)
Menurut saya pengaruh lingkungan tidak terlalu berarti buat seseorang. Semua bergantung diri sendiri dan kembali ke hati nurani sebenarnya.
Apalah gunanya sekolah di sekolah favorit kalo hati dan otaknya ga mau belajar, dan apa salahnya sekolah di sekolah kampung dengan fasilitas sangat jauh dari kata cukup selama ada yang namanya cita-cita setinggi langit?
Saya ,keluarga saya, dan teman-teman seusia saya di kampung tentu kami juga punya keinginan buat sekolah di sekolahan nomor 1 di kota atau bahkan nomer 1 di provinsi, tapi untuk itu kami punya prinsip. yang penting SD-SMA di kampung tak apalah ,asalkan kuliah bisa di jawa.Menurut kami ,yang terbaik itu memang kuliah di jawa. Yah meski terkadang sih ada beban juga meski kita dapet ranking 1 trus di sekolah "kampung" tapi dibilang wajar dan disepelekan karena sekolahnya bukan sekolah nomer 1. Fineee ....itu hal yang wajar.sebab bagi saya ,se apapun omongan orang seburuk apapun.yang penting kita lakukan itu cuman pembuktian bukan?toh parameter masuk bangku kuliah jaman itu masih berdasarkan kemampuan otak bukan seperti saat ini yang mana kefavoritan sekolah sudah berpengaruh dominan terhadap penerimaan mahasiswa.
Kalo saya punya anak nanti (aamiin) saya mungkin akan menyekolahkannya di sekolah kampung dengan fasilitias yang terbatas, tapi penanaman soal agama dan pemhaman budaya yang kuat.
Subscribe to:
Posts (Atom)