Friday, 1 June 2012

HME(Apa pengmas?) masuk desa

Bismillahirrahmanirrahim
Beberapa hari yang lalu saya bersama teman-teman pengmas HME mengadakan acara HME masuk desa.Desa yang dituju adalah desa Mekarwangi yang telah saya ceritakan pada postingan saya sebelumnya.
Berbeda dengan survey sebelumnya,perjalanan dilakukan menggunakan bus mini.Bus yang disewa khusus dari daerah Cikajang.Perjalanan ke daerah Garut pun dimulai.Oiya,,meski label nya HME masuk desa,tapi yang ikutan cuma anak-anak pengmas +Adib+Pak Kahim(Kak Dera).Total yang ikutan adalah 19 orang.4 orang dari kami naik motor mengingat ada yang mau balik lebih duluan dari rombongan.
Perjalanan menggunakan bus tak bisa dikatakan lebih aman dibandingkan dengan naik motor.Perjalanan kami dihiasi dengan ketakutan terhadap polisi-polisi yang lagi razia di sepanjang jalan.Berhubung si Bapak sopir terbilang agak nyeleneh dan ga patuh ke polisi,nasib kamilah perjalanan agak beberapa jam.Akhirnya setelah ada diskusi antara temen2 cowok dengan pak sopir plus pak polisi akhirnya masalah pun beres.Emang ya ,polisi kalo disodorin mahasiswa agak mau sedikit lebih lembut.Akhirnya perjalanan tak lagi terganggu.Sekitar pukul 2 an,kami mulai memasuki kawasan rawan nyawa.Sedikit saja pak sopir ga hati-hati,alamat masuk jurang pula lah nyawa kami ini.Yaaa,,saking bobroknya jalanan,mengendalikan bus mini itu saja pak sopir penuh keringatan.Good Job buat bapak yang akhirnya mengantarkan kami ke desa mekarwangi dengan selamat meski harus berjalan sekitar 2 km karena emang sudah ga bisa dilalui mobil lagi.
Sepanjang perjalanan yang terfikir oleh saya,kenapa kita anak HME(Himpunan Mahasiswa Elektro)ga  bekerja sama dengan HMS (Himpunan Mahasiswa Sipil) untuk membangun sebuah desa.Sebuah desa seperti desa Mekar Wangi ini butuh setidaknya 2 hal,jalan yang bagus agar transportasi dan mudah terjamah manusia dan listrik untuk penerangan.Andai ya,,suatu saat ada ITB bangun desa.Semua aspek yang dibutuhkan desa pasti terpenuhi,bakal ada anak planologi yang mengatur tata wilayahnya.Anak biologi yang memperbaiki struktur pertanian(karena belum ada jurusan pertanian),anak SBM yang memperbaiki perekonomian masyarakat,dll.Kalo semua jurusan-jurusan di ITB punya proker untuk membangun desa,insyaallah ga ada lagi desa tertinggal seminimalnya di daerah Jawa Barat aja kalo emang di Indonesia rasanya masih susah buat diaplikasikan.Nah itu baru satu universitas,bayangkan kalo semua perguruan tinggi di Indonesia melakukan hal yang sama,setidaknya kita sudah membantu pemerintah dalam hal pemerataan pembangunan.Sebab kita mahasiswa.Sudah saatnya kita berfikir dan bertindak dengan tujuan nya buat masyarakat banyak.Tindak nyata kita ditunggu lho.Jadi mahasiswa itu ga perlu demo atau bikin rusuh dengan mengatasnamakan kepentingan masyarakat ,yang penting melakukan suatu hal yang bermanfaat dan NYATA.

No comments:

Post a Comment