Thursday, 14 June 2012

Malin Kundang dan Siti Nurbaya

Malin Kundang menceritakan seorang anak yang durhaka pada ibunya setelah dia jadi orang kaya dan dikutuk jadi batu.Sekarang batunya dijadikan objek wisata.
Sementara Siti Nurbaya , versi kasih tak sampai nya di Minangkabau adalah kisah kawin paksa Siti Nurbaya dengan Datuk Maringgih,seorang kakek tua yang kaya-raya gara keluarga  Siti terlilit hutang padanya.Sehingga cintanya pada sang pujaan hati Syamsul Bahri tak pernah bisa kesampaian.
Dua kisah ini sebenarnya berhubungan,sebagai seorang anak kita tidak boleh durhaka kepada orang tua.
Jika kisahnya Malin Kundang dia durhaka pada Ibunya dan malu mengakui Ibunya didepan sang keluarga isterinya,maka kisah Siti Nurbaya adalah seorang anak yang tidak berani menolak perintah orang tuanya meski harus mengorbankan cintanya pada Syamsul Bahri.Dibalik perbedaan kedua cerita ini,,inilah polemik yang sering terjadi di kalangan anak-anak.Ada yang durhaka dan ada yang tak berani menolak perintah orang tua yang salah.

Haaa,,,kisah anak durhaka dan kawin paksa ini benar-benar menjadi populer di masyarakat Indonesia. Semoga saja dua kisah ini tidak dijadikan representasi budaya Minangkabau di mata dunia.


No comments:

Post a Comment