Angkot saat ini menjadi momok yang begitu menakutkan bagi
mahasiswi dikampus sekitaran bandung(baca:ITB).Akhir-akhir ini media jejaring
sosial paling populer seperti facebook dan twitter lagi gencar-gencarnya membicarakan
soal angkot.Suatu angkot jurusan C-C
adalah angkot yang menjadi super menakutkan gara –gara ada kasus seorang
mahasiswi tingkat akhir yang hampir diperkosa sekawanan lelaki yang diketahui
belakangan bekerja sama dengan pak sopir untuk mengerjai mahasiswi itu.Mirisnya
lagi percobaan tindakan bejat ini terjadi pada waktu siang
hari.Astagfirullah.Untung saja wanita itu berhasil kabur dengan melompat dari
angkot yang masih berjalan.
Jika dilihat dan jika anda sering membaca berita ,kasus
pemerkosaan yang terjadi diangkot menjadi begitu hot-hot nya .Kedua kejadian
mempunyai pola aksi yang agaknya sama.Di kota Depok santer-santernya berita
pemerkosaan seorang wanita paruh baya agaknya berumur 35 tahun yang pada pagi
hari hendak ke pasar berbelanja.Si wanita diperkosa oleh kawanan remaja yang
berusia 19 tahunan.Selain diperkosa tante ini juga dirampok.Kasihan sekali
memang.
Parahnya lagi,belakangan ini saya membaca berita seorang
sopir angkot mencabuli belasan dari anak- anak yang biasa ke sekolah dengan
menumpangi angkot itu.
Sebagai wanita,di dalam islam pun sebenaranya kita dilarang
untuk berjalan jika tanpa muhrim ke
suatu tempat yang jauh.Kita tidak akan diperbolehkan untuk pergi sendiri
mengingat banyaknya kejadian yang tak terduga jika wanita berjalan tanpa
muhrimnya seperti rampok ,pemerkosaan,dll.Memang sangat menyedihkan sekali ya,terlalu banyak hal yang
dikhawatirkan terhadap kita.
Pemerkosaan biasanya terjadi karena wanita berpakaian
memancing alias terbuka alias seksi.Jika hal pemerkosaan terjadi,dapat
dikatakan yang salah adalah dua-duanya.Tapi akhir-akhir ini,bahkan wanita yang
berpakaian biasa saja bahkan berkerudung pun tak bisa lolos dari nasib
mengerikan ini.Bukan hanya itu,anak-anak dibawah umur yang masih SD saja
menjadi korban.Sebenarnya saya bingung kenapa si pelaku benar-benar bejat”
naudzubillahiminzalik”.Apakah memang hati nuraninya sudah tidak ada lagi.Apakah
mereka tidak mikir bagaimana remuknya perasaan korban dan apa akibat lebih
jauhnya.
No comments:
Post a Comment