Thursday, 10 May 2012

Issue Seputar Angkot


                                                                              
Angkot saat ini menjadi momok yang begitu menakutkan bagi mahasiswi dikampus sekitaran bandung(baca:ITB).Akhir-akhir ini media jejaring sosial paling populer seperti facebook dan twitter lagi gencar-gencarnya membicarakan soal angkot.Suatu angkot jurusan C-C  adalah angkot yang menjadi super menakutkan gara –gara ada kasus seorang mahasiswi tingkat akhir yang hampir diperkosa sekawanan lelaki yang diketahui belakangan bekerja sama dengan pak sopir untuk mengerjai mahasiswi itu.Mirisnya lagi percobaan tindakan bejat ini terjadi pada waktu siang hari.Astagfirullah.Untung saja wanita itu berhasil kabur dengan melompat dari angkot yang masih berjalan.
Jika dilihat dan jika anda sering membaca berita ,kasus pemerkosaan yang terjadi diangkot menjadi begitu hot-hot nya .Kedua kejadian mempunyai pola aksi yang agaknya sama.Di kota Depok santer-santernya berita pemerkosaan seorang wanita paruh baya agaknya berumur 35 tahun yang pada pagi hari hendak ke pasar berbelanja.Si wanita diperkosa oleh kawanan remaja yang berusia 19 tahunan.Selain diperkosa tante ini juga dirampok.Kasihan sekali memang.
Parahnya lagi,belakangan ini saya membaca berita seorang sopir angkot mencabuli belasan dari anak- anak yang biasa ke sekolah dengan menumpangi angkot itu.
Sebagai wanita,di dalam islam pun sebenaranya kita dilarang untuk berjalan  jika tanpa muhrim ke suatu tempat yang jauh.Kita tidak akan diperbolehkan untuk pergi sendiri mengingat banyaknya kejadian yang tak terduga jika wanita berjalan tanpa muhrimnya seperti rampok ,pemerkosaan,dll.Memang sangat menyedihkan  sekali ya,terlalu banyak hal yang dikhawatirkan terhadap kita.
Pemerkosaan biasanya terjadi karena wanita berpakaian memancing alias terbuka alias seksi.Jika hal pemerkosaan terjadi,dapat dikatakan yang salah adalah dua-duanya.Tapi akhir-akhir ini,bahkan wanita yang berpakaian biasa saja bahkan berkerudung pun tak bisa lolos dari nasib mengerikan ini.Bukan hanya itu,anak-anak dibawah umur yang masih SD saja menjadi korban.Sebenarnya saya bingung kenapa si pelaku benar-benar bejat” naudzubillahiminzalik”.Apakah memang hati nuraninya sudah tidak ada lagi.Apakah mereka tidak mikir bagaimana remuknya perasaan korban dan apa akibat lebih jauhnya.


No comments:

Post a Comment