Semakin hari hidup di itb semakin merasa bodoh saja ,hal ini
bukan karena itb adalah tempat pembodohan akan tetapi karena terlalu sering
belajar bersama orang-orang yang sangat pintar.Dulu rasanya kecepatan kita
menjawab soal di SMA itu lebih dibandingkan teman-teman yang lain akan tetapi
fakta yang terjadi di ganeca no 10 ini menjadi kontradiksinya.Kita menjadi
termasuk golongan bodoh atau bahasa halusnya butuh waktu lama untuk mengerti
sesuatu.Tak sedikit anak-anak yang dahulunya adalah si bintang kelas di SMA
menjadi minder drastis .Jadi sumber tekanan bathin anak ITB bukan cuma pelajarannya
yang susah sementara dosen-dosen hanya menberikan kulit luar nya saja dan
memaksa kita buat belajar lebih untuk
menghadapi soal2 UTS dan UAS
Subhanallah susahnya,tapi hal ini juga merupakan andil dari mahasiswa2
superjenius yang ditemuin di kampus gajah ini.Yaaah siapa cepat dia dapat
,siapa yang bersungguh sungguh akan sukses "manjadda wajadda".ITB oh
ITB sudah masuknya susah,keluarnya jauh lebih susah lagi.Buat bisa bertahan di
ITB saja adalah sesuatu yang menakjubkan apalagi lulus dengan IPK cumload.
No comments:
Post a Comment