Beberapa hari yang lalu saya
diagetkan dengan sebuah status relationship teman,,dia ngerubah jadi
‘merried’,,Whaaaaat,,di umur yang masih 20 ,masih muda belia ini,,dia sudah
memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga .Stelah diklarifikasi pun ternyata
itu benar.Sebuah pilihan yang hebat menurutku,,itu lebih hebat dari pada
pilihanku meninggalkan kampung halaman demi mengejar cita-cita ke tanah para
wali songo ini.
Keputusan
yang dia buat benar-benar membuatku takjub,,.Sejatinya aku tau bagaimana nasib
perempuan2 di kampungku,,Kalo nggak kuliah pasti beberapa saat kemudian akan
datang orang ‘’rantau’’ yang bakal mendatangi rumah untuk melamar anak gadis di
kampungku .Orang tua pasti “memaksa ” si anak untuk menerima pinangan dari
orang rantau itu dan akhirnya terjadilah pernikahan.Seperti itulah adat
kampungku,,perempuan itu kalo ga bisa menempuh pendidikan tinggi,ya ujung2nya
ke dapur.Tradisi ini benar-benar
telah mengakar bathin di pikiran masyarakat.Bahkan keluargaku pun juga
begitu,,termasuk sepupu saya sendiri.Tak bisa terhitung lagi anak- anak gadis
di desa ku yang sudah menjadi isteri orang di usia yang masih muda.Bukannya
aku menyayangkan tradisi ini,,tapi kok ga bisa yang
seperti ini berubah,,.Tapi kalo dipikir-pikir
lagi mereka kalo ga melanjutkan
pendidikan ya mau apalagi coba?pasti lambat laun akan bakal datang seseorang
yang akan melamar dirinya untuk dinikahi.Ini bukan pilihan yang sulit
sebenarnya.Ya bukan pilihan yang sulit.Dilamar
orang rantau dan dibawa ke luar kota/negri.
Semua
pikiran ku menjadi random,,untunglah aku tidak berdiam diri di kampung,,Ku
doakan semoga dia menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah warahmah.Menikah
sekarang atau ntar bakal sama saja,,Bukankah Allah sudah menentukan jodoh untuk
masing-masing kita.?
No comments:
Post a Comment